#Category 1

Browse More

#Category 2

Browse More

#Category 3

Browse More

#Category 4

Browse More

Selasa, 01 Desember 2015

Artikel Kesehatan

Mengenal Binge Eating Disorder – Gangguan Makan Berlebihan

SebarkanShare on Facebook5Tweet about this on TwitterShare on Google+0
binge eating disorder - gangguan makan berlebihanJika anda makan berlebihan dalam waktu singkat secara teratur dan seakan kehilangan diri saat makan, anda mungkin mengalami gangguan makan yang dinamakan Binge Eating Disorder‘. Gangguan ini dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dalam banyak cara, namun dua dari risiko utama yang akan dialaminya adalah kenaikan berat badan dan obesitas. Dua-pertiga dari mereka yang mengalami gangguan Binge Eatingumumnya mengalami obesitas, walaupun orang dengan berat badan normal juga bisa saja memiliki gangguan ini.

Gejala Binge Eating Disorder

Anda mungkin tidak mempunyai gejala atau tanda-tanda fisik yang jelas saat anda mengalami gangguan makan seperti Binge Eating ini. Anda mungkin hanya terlihat lebih gemuk, obesitas, atau kelebihan berat badan. Namun demikian, anda mungkin masih bisa memiliki tanda -tanda perilaku dan emosional seperti ini :
  • Sering makan sendirian.
  • Makan dengan cepat.
  • Tetap makan walau sudah kenyang atau saat tidak lapar sekalipun.
  • Makan dalam jumlah yang sangat besar.
  • Mengalami depresi dan kecemasan.
  • Merasa bersalah, tertekan marah, malu, atau jika tentang perilaku makannya.
  • Sering diet, namun tidak mengalami penurunan berat badan.
  • Kalaupun kehilangan berat badan, akan naik kembali dengan cepat, secara berulang-ulang (seperti diet yo-yo).
  • Merasa terisolasi dan sulit mengungkapkan perasaan.

Faktor Risiko dan Penyebab

Penyebab dari gangguan makan Binge Eating tidak diketahui secara pasti. Namun masalah psikologis, diet, faktor biologis, dan riwayat keluarga bisa menjadi faktor-faktor risikonya. Adapun penjelasan mengenai faktor-faktor risiko ini adalah sebagai berikut :
Faktor biologis dan Riwayat KeluargaAnda memiliki risiko untuk mengalami gangguan makan berlebihan apabila orang tua atau saudara anda juga pernah atau memiliki gangguan yang sama. Beberapa orang yang memiliki gangguan makan berlebihan bisa saja mewarisi gen yang membuatnya lebih rentan untuk mengalami gangguan tersebut, atau kemungkinan struktur kimiawi otak mereka telah berubah.
Faktor PsikologisSebagian besar orang yang memiliki gangguan makan Binge Eating cenderung memiliki berat badan berlebih, begitu peduli dengan penampilannya, namun merasa buruk mengenai hal tersebut. Jika anda memiliki gangguan makan seperti ini, anda mungkin cenderung bertindak impulsif dan merasa tidak mampu mengontrol perilaku anda. Anda juga bisa mengalami kesulitan dalam menghadapi stres, kebosanan, kemarahan, kesedihan, dan rasa khawatir. Selain itu, bisa juga anda memiliki sejarah penyalahgunaan zat hingga depresi.
UsiaWalaupun setiap orang dari berbagai usia bisa saja mengalami gangguan makan berlebihan, namun kondisi ini sering terjadi di awal 20-an atau di akhir usia belasan.
DietDiet juga bisa dimasukkan sebagai faktor pencetus seseorang memiliki gangguan Binge Eating. Diet bisa mendorong seseorang untuk makan secara berlebihan, terlebih jika orang tersebut mempunyai gejala depresi dan harga diri yang rendah.

Komplikasi

Seseorang yang mengalami gangguan makan Binge Eating mungkin saja mengalami permasalahan psikologis dan fisik yang berhubungan dengan makan berlebihan. Beberapa komplikasi bisa muncul akibat kelebihan berat badan yang disebabkan karena seringnya makan. Adapun komplikasi lain bisa terjadi karena kebiasaan menerapkan diet yo-yo yang tidak sehat. Selain itu, kelebihan berat badan bisa dipicu karena pemilihan makanan yang tidak sehat seperti memilih makanan yang tinggi lemak dan rendah protein, di mana pada akhirnya bisa menyebabkan masalah kesehatan.
Ada beberapa komplikasi yang berhubungan dengan gangguan makan Binge Eating, diantaranya adalah :
  • Pikiran untuk bunuh diri.
  • Depresi.
  • Obesitas.
  • Insomnia.
  • Diabetes tipe 2.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Penyakit kandung empedu.
  • Masalah pencernaan.
  • Kolesterol tinggi.
  • Beberapa jenis kanker.
  • Penyakit jantung.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Masalah menstruasi.
  • Sakit kepala.

Haruskah ke dokter?

Apabila anda mengalami gangguan makan Binge Eating, sebaiknya anda mulai mencari bantuan medis dengan segera. Gangguan makan ini umumnya tidak bisa sembuh dengan sendirinya sehingga akan menjadi lebih buruk jika tidak segera ditangani. Anda bisa berkonsultasi dengan penyedia kesehatan mental atau dokter perawatan primer mengenai masalah yang anda alami. Apabila anda memang belum siap ke dokter, bicaralah terlebih dahulu dengan orang terdekat atau orang yang anda percayai.

Saran dan Tips

Umumnya, usaha untuk mengatasi gangguan makan berlebihan atau Binge Eating yang dilakukan sendiri cenderung tidak akan efektif. Meskipun begitu, selain bantuan profesional, anda bisa menerapkan saran-saran berikut ini :
KonsistenJaga konsistensi anda dengan program pengobatan atau perawatan yang sedang dijalankan. Jangan lewatkan sesi terapi. Apabila anda mempunyai rencana untuk makan, tetap ikuti anjuran dokter dan lakukan yang terbaik.
Hindari dietMenerapkan program diet bisa memperbesar masalah dan memicu makan berlebihan lebih banyak lagi. Hal ini jika sudah terlanjur membentuk “lingkaran setan”, maka akan sulit dihentikan. Jika ingin menerapkan strategi manajemen berat badan yang ideal bagi anda, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter anda. Jangan paksakan diet kecuali memang dianjurkan dokter sebagai bentuk pengobatan anda.
SarapanKebanyakan orang yang mengalami gangguan Binge Eating atau makan berlebihan sering melewatkan sarapan. Padahal, sarapan dapat mencegah anda untuk makan makanan tinggi kalori di waktu atau jam makan berikutnya.
Penuhi kebutuhan nutrisi yang tepatAsupan nutrisi yang tidak tepat atau tidak sesuai kebutuhan juga bisa mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan dan tidak terkontrol. Bicarakan dengan dokter mengenai asupan nutrisi yang tepat, apakah anda juga memerlukan suplemen vitamin tambahan atau tidak.
Aktivitas fisikKonsultasikan juga dengan dokter anda mengenai jenis aktivitas fisik atau olahraga yang tepat untuk anda, khususnya apabila anda mempunyai masalah kesehatan yang berhubungan dengan kelebihan berat badan.
Jangan terlalu keras dan tetap berinteraksiJangan terlalu keras dan jangan mudah memberikan kritik pada diri sendiri. Selain itu, jangan pula mengisolasi diri dari keluarga dan teman-teman anda. Mereka ingin melihat anda hidup sehat dan yang terbaik untuk anda.
via Farmasi-id.com | image : bulimia.com

Artikel Kesehatan

Turunkan Berat Badan Dengan 9 Makanan Ini

SebarkanShare on Facebook12Tweet about this on TwitterShare on Google+0
makanan menurunkan berat badanJika ingin menurunkan berat badan, maka salah satu hal yang harus anda lakukan adalah lebih mengatur porsi makan dan pintar-pintar menakar jumlah asupan kalori yang masuk dengan jumlah yang dibakar. Selain itu, mengonsumsi makanan-makanan jenis tertentu juga bisa membantu mengurangi berat badan. Ada beberapa makanan yang dapat membantu anda kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk ngemil tidak terlalu besar. Ada juga makanan yang dapat melancarkan metabolisme tubuh, sehingga cukup membantu program penurunan berat badan yang sedang dilakukan.

Beberapa Makanan Yang Membantu Menurunkan Berat Badan

Berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan berat badan, diantaranya :

1. Biji-bijian

Biji-bijian mengandung serat yang tinggi dan membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Hal ini berarti mengonsumsi biji-bijian akan memberikan rasa kenyang lebih lama dan mencegah anda untuk makan berlebihan. Salah satu golongan biji-bijian yang disarankan untuk dikonsumsi adalah buncis. Selain murah dan mengenyangkan, buncis mengandung protein yang bagus dan dibutuhkan oleh tubuh.

2. Sup

Mengawali santap siang anda dengan seporsi sup adalah langkah yang tepat. Sup akan menambah energi anda dan cukup mengenyangkan. Tidak masalah sup yang anda konsumsi, baik encer maupun kental, selama sup tersebut mengandung kaldu daging. Jumlah asupan yang dianjurkan adalah 100 hingga 150 kalori per sajian. Jadi, usahakan untuk tidak menambahkan mentega atau krim.

3. Dark Chocolate

Jika anda mau, anda bisa menikmati cokelat diantara jam makan. Namun pilihlah dark chocolate daripada cokelat susu. Hal ini sejalan dengan sebuah penelitian yang menemukan bahwa orang-orang yang diberi dark chocolate diketahui makan pizza 15% lebih sedikit beberapa jam setelahnya, daripada mereka yang memilih cokelat susu.

4. Telur dan Sosis

Sarapan dengan makanan berprotein tinggi dapat membantu anda mengurangi makan di jam-jam berikutnya. Sebuah penelitian yang melibatkan sekelompok wanita muda penderita obesitas, menemukan bahwa mereka yang mengasup 35 gram protein pada waktu sarapan cenderung segera merasa kenyang. Jumlah asupan kalori yang mereka konsumsi saat sarapan adalah 350 kalori, termasuk telur dan sosis daging sapi. Sarapan kaya proteintersebut memberikan efek kenyang yang cukup lama, dan bertahan lebih lama lagi saat mereka membatasi asupan makanan manis dan berlemak dibandingkan dengan para wanita yang memulai harinya dengan menyantap sereal.

5. Sayur mayur

Jangan lupa untuk menambahkan sayuran ke dalam menu diet anda. Selain bergizi dan menyehatkan, sayuran juga dapat membantu menekan jumlah kalori yang masuk. Saat para peneliti dari Penn State menambahkan Zucchini (semacam labu kecil) dan puree kembang kol, peserta penelitian yang terlibat ternyata lebih menyukai makanan yang mereka santap. Akan tetapi, diketahui pula bahwa mereka makan 200 hingga 350 kalori lebih sedikit kalori.

6. Kacang-kacangan

Jika anda sedang lapar namun belum waktunya jam makan, anda bisa menyantap camilan yang sehat seperti segenggam almond, walnut, pecan (kacang keriting), dan kacang. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang makan kacang, mereka cenderung makan lebih sedikit saat jam makan.

7. Yogurt

Yogurt memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan dan dapat membantu mengurangi ukuran lingkar pinggang anda. Penelitian dari Harvard University yang melibatkan 120 ribu orang selama kurang lebih 10 tahun lebih, membuktikan bahwa dari berbagai jenis makanan, yogurt menjadi salah satu yang paling efektif dalam mengurangi berat badan.

8. Apel

Selain kacang-kacangan, buah-buahan khususnya apel juga bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk menjadi camilan sehat dikala lapar mendera. Hal ini karena buah apel utuh mengandung banyak serat, sehingga memberikan efek mengenyangkan dalam waktu yang cukup lama . Ditambah lagi, aktivitas mengunyah akan memberikan sinyal ke otak bahwa anda sedang makan sesuatu dalam jumlah besar atau banyak.

9. Grapefruit

Buah yang masih dalam keluarga citrus atau jeruk ini cukup populer di negara-negara barat khususnya Amerika. Grapefruit adalah buah yang banyak mengandung nutrisi penting bagi tubuh dan dapat membantu anda menjalaniprogram diet, khususnya bagi para penderita diabetes. Berdasarkan temuan dari penelitian di Scripps Clinic, San Diego, diketahui bahwa para penderita obesitas yang menyantap setengah buah grapefruit sebelum jam makan, mengalami penurunan berat badan rata-rata 1,35 kg dalam 12 minggu. Minum jus grapefruit secara rutin juga menghasilkan efek yang sama.
via Health Kompas | image : 110pounds.com

Artikel Kesehatan

5 Tanda Hormon Tidak Seimbang

SebarkanShare on Facebook5Tweet about this on TwitterShare on Google+0
ketidakseimbangan hormonKetidakseimbangan hormon adalah masalah yang umum terjadi. Hal ini biasanya terjadi karena gaya hidup atau pola makan yang kurang sehat. Walaupun kesannya sederhana, namun ketidakseimbangan hormon bisa berdampak pada kesehatan. Untuk jangka panjang, ketidakseimbangan atau kekurangan hormon pada wanita bisa menyebabkan infertilitas. Adapun ciri-ciri ketidakseimbangan hormon pada wanita adalah sebagai berikut :
1. Berkeringat ketika tidur di malam hari
Apabila anda tiba-tiba bangun tidur di malam hari dalam keadaan berkeringat dan kepanasan, bisa jadi hal itu karena tingkat estrogen dalam tubuh yang lebih rendah atau bisa jadi anda sedang mengalami masaperimenopause. Menurut OB-GYN, Dr. Alyssa Dweck, perimenopause bisa terjadi hingga 10 tahun sebelum usia menopause.
2. Kelelahan
“Jika anda mengalami kelelahan setelah melaksanakan ujian akhir selama seminggu, atau bekerja hingga larut malam, maka anda mungkin baik-baik saja”, ujar Dweck. “Namun bila anda terus-menerus merasa lelah, bisa jadi tanda tiroid anda kurang aktif”, tambah Dweck.
3. Jerawat/perubahan pada kulit
Jerawat memang bisa timbul karena jarang membersihkan wajah. Namun jika jerawat muncul di sekitar area bawah wajah, bisa jadi level testosteron dalam tubuh anda cukup tinggi.
4. Pertumbuhan rambut
Yang dimaksudkan di sini adalah pertumbuhan rambut yang sangat cepat. Misalnya jika tiba-tiba tumbuh jenggot dalam waktu singkat sekitar satu bulan atau rambut hitam bermunculan di lengan, punggung, dan bahkan dada, bisa jadi ini adalah indikasi tumor testosteron mensekresi, jelas Dweck.
5. Periode aneh
Sama halnya dengan kelelahan, siklus menstruasi yang tidak teratur atau kacau bisa berasal dari berbagai faktor, seperti estrogen rendah, masalah tiroid, stres, atau juga sindrom ovarium polikistik (PCOS).
“Salah satu ciri PCOS adalah menstruasi yang tidak teratur atau tidak ada, namun juga bisa muncul dengan kesulitan menurunkan berat bada atau pertumbuhan rambut yang aneh” ujar Dweck. PCOS sejatinya bisa diatasi dengan cara diet olahraga, dan pil KB.
via JPNN | image : breezyhealth.com

Artikel Kesehatan

7 Cara Alami Meningkatkan Kadar Hormon Testosteron

SebarkanShare on Facebook89Tweet about this on TwitterShare on Google+2
Apakah anda sering merasa lelah, tertekan, dan sulit untuk berkonsentrasi? Jika ya, maka kemungkinan anda termasuk satu diantara puluhan juta orang di dunia yang memiliki kadar testosteron rendah atau “Low-T”.

Peran Testosteron di dalam Tubuh

meningkatkan kadar hormon testosteron alamiTestosteron merupakan hormon stereoid dari kelompok androgen yang memegang peranan penting bagi kesehatan, baik pada pria atau wanita. Secara rata-rata, pria dewasa menghasilkan sekitar 20 kali lebih banyak dibandingkan wanita. Kadar testosteron berada di titik tertinggi pada usia muda, dan akan menurun saat seseorang memasuki usia 30-an.
Selain bertanggung jawab terhadap fungsi seksual, testosteron juga berperan penting dalam menjaga otot dan tulang agar tetap kuat, serta menjaga lemak untuk tetap terdistribusi secara merata di tubuh. Selain perubahan fungsi seksual serta penurunan massa otot dan kepadatan tulang , rendahnya tingkat testosteron bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk peningkatan kolesterol “jahat”.

Meningkatkan Kadar Hormon Testosteron Secara Alami

Sebenarnya, suplemen untuk meningkatkan hormon testosteron sudah ada selama bertahun-tahun, namun masyarakat masih ragu terhadap adanya efek samping untuk jangka panjang. Dan dalam beberapa kondisi, seperti orang-orang yang memiliki riwayat kanker prostat memang diperingatkan untuk tidak mengonsumsi suplemen tersebut. Kabar baiknya, ada cara alami dan aman untuk meningkatkan kadar testosteron, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Menurunkan berat badan
Lemak tubuh berlebih dapat menurunkan kadar testosteron, terutama jika kelebihan berat badan tersebut terfokus dalam bentuk lemak perut. Sebuah studi di University at Buffalo menemukan bahwa 40 persen dari pria obesitasmempunyai kadar testosteron yang rendah. Adapun studi lainnya juga menemukan bahwa 75 persen laki-laki yang sangat gemuk, baik muda ataupun tua, diketahui memiliki kadar testosteron yang rendah. Jadi, salah satu solusi untuk meningkatkan kadar testosteron adalah dengan cara menurunkan berat badan.
2. Minum kopi
Selain dapat memberikan sentakan energi, kafein dapat meningkatkan kadar testosteron. Sebuah studi dariHarvard School of Public Health menemukan bahwa minum lima (170 gram) cangkir kopi setiap hari selama sebulan diketahui dapat meningkatkan rasio testosteron menjadi estrogen hampir sebanyak 200 persen pada pria yang kelebihan berat badan meskipun efeknya tidak tahan lama. Namun demikian, sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsinya.
3. Tingkatkan asupan vitamin D
Vitamin D sebenarnya juga merupakan hormon, dan menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine, sekitar 75 persen orang Amerika kekurangan vitamin ini. Sebuah studi selama tiga tahun pada pria dewasa yang dipublikasikan pada Hormone and Metabolic Research menemukan bahwa pria yang mempunyai kadar vitamin D yang tinggi diketahui kadar testosteronnya lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang kadar vitamin D dalam tubuhnya rendah.
Studi lain menemukan bahwa pria dengan kadar testosteron rendah yang diberi suplemen vitamin D (3.332 IU) setiap hari selama setahun mengalami kenaikan kadar testosteron sebesar 20 persen. Para ilmuwan percaya bahwa vitamin D membuat tubuh dari mengubah testosteron-ke-estrogen, di mana pada saat yang sama membuat reseptor pada kelenjar adrenal(yang melepaskan hormon testosteron) jadi lebih sensitif.
4. Mengatasi stres
Menurut sebuah studi dari University of Texas di Austin, jika seseorang stres, tubuhnya akan melepaskan hormon stres kortisol dalam jumlah yang besar. Hal ini dapat menghambat peran dari hormon testosteron. Robert Josephs, pemimpin penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ketika kadar kortisol tetap tinggi sebagaimana yang dialami orang dalam keadaan stres, maka kemampuan untuk mereproduksi (testosteron) akan semakin sulit. Namun efek hormon kortisol akan berkurang seiring dengan menurunnya tingkat stres yang dialami seseorang.
5. Cukup tidur
Sebuah penelitian di Belanda menemukan bahwa pria berusia lanjut (64-74 tahun) dapat menaikkan kadar testosteron mereka dengan mendapatkan tidur malam cukup. Semakin lama mereka tidur, semakin banyak hormon testosteron yang beredar dalam darah mereka. Terlalu sedikit tidur dapat menurunkan kadar testosteron. sebuah studi di University of Chicago Medical Center menemukan bahwa kurang tidur selama seminggu dapat menurunkan kadar testosteron hingga 15 persen.
6. Olahraga
Selain dapat menjaga kebugaran, olahraga dapat meningkatkan kadar testosteron. Sebuah studi di Baylor University menemukan bahwa kadar testosteron akan tetap tinggi selama 48 jam ke depan setelah melakukan latihan angkat beban. Sementara itu, studi yang berbeda menunjukkan bahwa olahraga dalam waktu yang pendek yakni lari cepat 6 detik, secara signifikan dapat meningkatkan kadar hormon testosteron. Penelitian lain menemukan bahwa olahraga di malam hari juga efektif dalam meningkatkan kadar testosteron. Namun demikian, jangan terlalu berlebihan dalam melakukannya, karena sebuah studi di Universirty of North Carolina menemukan bahwa olahraga secara berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron sebesar 40 persen.
7. Makan kacang
Almond, kacang Brasil, Walnut, dan kacang tanah dapat meningkatkan produksi testosteron. Beberapa studi telah menemukan bahwa pria yang makan makanan tinggi lemak tak jenuh tunggal, yakni jenis lemak yang sering ditemukan dalam kacang-kacangan, diketahui memiliki kadar testosteron yang sangat tinggi. Kadar asam aspartat (1 dari 20 asam amino penyusun protein) yang tinggi dalam kacang-kacang tersebut dapat meningkatkan produksi hormon testosteron dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.
Artikel Kesehatan | via NewsMaxHealth | image : commons.wikimedia.org

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: youremail@gmail.com

Our Team Memebers